.

.

Minggu, 27 Juni 2010

PKS : Keterbukaan adalah keniscayaan

AMBON--MI: Sikap Partai Keadilan Sejahtera yang membuka diri terhadap semua golongan masyarakat dengan latar belakang ideologi yang berbeda, sebenarnya bukan merupakan barang baru.

"Keterbukaan PKS bukan barang baru, namun substansinya yang lebih penting karena partai ini tidak mendikotomikan antara Islam dan Nasionalis, dan saya kira para kadernya tidak diragukan semangat nasionalismenya dalam bentuk kecintaan kepada NKRI," kata Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPW PKS Maluku, Suhfi Madjid, di Ambon, Kamis (24/6).

Fakta politik Pemilu 2009 membuktikan kalau basis dukungan PKS juga sudah menyebar pada wilayah-wilayah yang berbeda ideologi.

Kemudian pasca Musyawarah Nasional ke-2, 16-20 Juni 2010, PKS telah menegaskan identitasnya dalam visi besar untuk menjadi partai dakwah yang kokoh dan transformatif guna melayani bangsa.

Visi besar ini, kata dia, menjelaskan tiga program kerja partai antara lain kokoh, transformatif dan semangat melayani dimana kekokohan telah dibangun sejak berdirinya PKS, penguatan kaderisasi, peningkatan kualitas kader serta perbaikan sistem partai.

"Kita bahkan telah mencanangkan sistem informasi dan manajemen partai sebagai partai yang terus dimodernisasi," katanya.

Ada tiga pendekatan yang digunakan untuk membedah partai berlambang kapas yang diapit dua bulan sabit ini, antara lain PKS sebagai Partai Dakwah dengan penguatan kaderisasi, PKS sebagai partai nasional sesuai Undang-Undang Parpol serta kebutuhan PKS untuk berperan lebih luas dalam kegiatan kerangka nasionalisme.

Suhfi Madjid yang juga ketua komisi D DPRD Maluku ini mengatakan, PKS sebagai partai nasional sesuai UU nomor 2 tahun 2008 tentang parpol menjelaskan bahwa partai ini terbuka dan menerima keanggotaan dari kelompok mana pun.

"Sebagai partai terbuka, sejak dahulu PKS telah menunjukkan semangat nasionalismenya dan selaku partai kader, dasar ideologi tentunya menjadi pegangan untuk membangun karateristik para kader dalam memainkan peranannya di masyarakat," katanya.

Dari pemilu ke pemilu, ada tren positif yang menjelaskan dukungan politik kepada PKS yang semakin meluas, dan itu berarti semangat melayani menjadi bagian yang sangat penting sekaligus mendefenisikan dukungan ini.

Saat ini masyarakat cukup rasional memberikan pertimbangan pilihan kepada parpol yang memiliki kontribusi dan bermanfaat positif ke publik. Simpati akan mengalir ke partai sehingga peran kontribusi positif ini akan dipelihara lewat perjuangan di parlamen maupun aktifitas sosial lainnya.

PKS juga tidak terjebak pada aspek figur, tapi dikembalikan kepada sistem dan target menjadi tiga besar dalam Pemilu 2014 telah ditetapkan, termasuk mendorong dan terwujudnya target ini di Provinsi Maluku. (Ant/OL-3)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar


Berpolitik adalah Ibadah, Mari Berdakwah dg Hikmah & Amanah, demi Kejayaan Ummah

PKS adalah partai Islam yang sudah terbukti dekat dengan rakyat dan selalu melayani, walau baru mendapat suara pada tahun 2009 berjumlah 8.206.955 suara (7,88%). PKS saat ini kekurangan suara untuk berbuat dan membuat kebijakan yang lebih memihak kepada rakyat, karena baru 57 orang dari 560 orang anggota DPR RI, sehingga masih dibutuhkan 250 anggota lagi, jika ingin Indonesia benar benar menjadi Negara MADANI yang adil dan sejahtera. Ayo dukung PKS menjadi partai No 1 di Indonesia!

Kaya dan Bahagia Dunia Akhirat, Anda Mau?